Menjadikan Malu Sebagai Ahlak.

by Galih Putrantyo, 04.11, No comment
Assalamu'alaikum.

emoticon malu
source google images

Membudayakan sifat malu pada tempatnya.
Seperti yang kita tahu masyarakat Jepang adalah negara yang menjunjung tinggi rasa malu, tak hanya untuk kehidupan sehari-hari tapi mencakup semua aktivitas.
Saya pernah mendengar cerita dari guru agama islam waktu saya kelas 6 SD, beliau bercerita bahwasanya orang Jepang itu menerapkan malu sebagai kebiasan yang baik. Beliau bercerita di sela-sela pelajaran, ada seorang anak perempuan ingin menyebrang melalui zebra cross, ada sepeda yang di tunggangi pria tak di kenal melaju kencang akhirnya menabrak si anak perempuan itu karena rem sepedanya blong. Apa yang terjadi? Si anak perempuan itu jatuh memohon minta maaf terlebih dahulu, dan si pria itu juga meminta maaf kemudian.
Mungkin jika itu terjadi di indonesia, si penabrak sudah di maki-maki. Karena di tabrak malah minta uang ganti rugi, sudah jatuh tertimpa tangga.
Jika ada suatu kesalahan, penyebabnya bukan hanya di satu orang saja. Bisa saja di orang yang lain juga, walaupun besar kesalahan akibatnya berbeda namun ada hubunganya.
Orang bijak berkata, "Kita tidak bisa mengubah fakta yang ada. Tapi kita bisa bertindak untuk apa yang terjadi."
Ternyata tidak hanya Jepang saja yang mengajarkan untuk menerapkan budaya malu, Agama Islam pun juga mengajarkanya yaitu dari ajaran Nabi Muhammad SAW.
Mari kita lihat beberapa hadist di bawah:
  • Sifat malu adalah bagian dari iman, sedangkan iman itu tempatnya di dalam surga. Perkataan yg keji itu berasal dari watak & perangai yg keras, sedangkan kekerasan itu tempatnya di dalam neraka. Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari Ibnu Umar, Abu Bakrah, Abu Umamah, Imran bin Husain. Hadits ini adl hasan shahih. [HR. Tirmidzi No.1932].
  • Sifat malu itu tak datang kecuali dgn kebaikan. Maka Busyair bin Ka'b berkata; Telah tertulis dalam hikmah, sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketenangan, sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketentraman. Maka Imran berkata kepadanya; Aku menceritakan kepadamu dari Rasulullah , sementara kamu menceritakan kepadaku dari catatanmu. [HR. Bukhari No.5652].
  • Sesungguhnya setiap agama itu memliki etika, sedangkan akhlak (etika) Islam adalah rasa malu. [HR. ibnumajah No.4171].
  • Jika kamu tak punya rasa malu maka berbuatlah sesukamu'. [HR. ibnumajah No.4173].

Dengan begitu sudah seharusnya kita sebagai pemeluk agama Islam bersikap malu pada tempatnya. Salah satunya adalah Malu akan melalaikan sholat terutama perintah wajib lainya jangan di tinggalkan, dengan begitu akan menambah ketakwaan kita terhadap Allah SWT dan kecintaan kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Barakallah
hadist di kutip dari: www.mutiarahadits.com/10/47/75/malu.htm
Galih Putrantyo
Menjadikan Malu Sebagai Ahlak. - written by Galih Putrantyo , published at 04.11, categorized as Islam . And have 0 komentar
No comment Add a comment

Akan lebih baik jika komentar bersifat interaktif.

Cancel Reply
GetID
Copyright © 2014 - 2017 galih24jam.web.id by
Theme designed by Damzaky
Powered by Google